0

Jumat, 20 September 2013

ahaaaayy!! kita hari ini sedang melaksanakan PA looohh! PA itu Performance Apprasial. jadi, semua anggota dari Sunrice akan dinilai kinerja selama setengah periode gitu. karena PA selalu diadakan setiap setengah periode sekali. penilaian kinerja dari teman-teman sunrice ini bukan untuk menjatuhkan satu sama lain loooh. tapi untuk perbaikan kedepannya ditiap individunya. jadi kita bisa tahu, mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dikembangkan. eiiiiittss, ga cuman sehari loh. tapi dua hari acara PA ini berlangsung. di hari keduanya, kita akan outbouuuund! wohooo! kurang seru apa cobaaaaakk 😀

memang SUNRICE itu bukan hanya UKM yang mewadahi potensi-potensi kami dalam bidang training dan outbound. tetapi juga menjadi KELUARGA bagi kami. i love you SUNRICE 🙂

 

Iklan
0

RECRUITMENT SUNRICE

Recruitment SUNRICE adalah salah satu kegiatan wajib yang dilakukan SUNRICE dalam setiap periodenya. Kegiatan ini merupakan salah satu jobdesc dari divisi HR (Human Resource), namun dalam pelaksanaannya tetap dibantu oleh seluruh divisi SUNRICE.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyeleksi dan menemukan anggota-anggota baru atau yang biasa disebut rangers baru dengan kriteria-kriteria khusus yang sudah ditentukan. Konsep acara yang dibuat juga berbeda-beda dari setiap tahunnya, tergantung dari bagaimana divisi HR dan Programming mengemasnya. Jumlah rangers baru yang diterima pun tidak sama, tergantung dari kebutuhan setiap periode. Oleh karena itu sebelum kegiatan ini dilaksanakan, divisi HR akan menganalisis terlebih dahulu kebutuhan anggota baru yang akan diterima nantinya. Namun yang pasti untuk menjadi seorang rangers dibutuhkan hati yang mau untuk terus belajar dan berkembang, seperti logo SUNRICE yaitu matahari dan kupu-kupu.

Recruitment SUNRICE tahun 2012 ini diadakan pada tanggal 19-20 Mei 2012. Dengan mengusung konsep acara yang baru, dapat dikatakan bahwa recruitment SUNRICE tahun ini berhasil, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk ke depannya. Pada akhirnya recruitment SUNRICE periode ke VIII ini memutuskan untuk menerima 9 rangers baru. Anggota baru ini merupakan rangers SUNRICE angkatan X. Kesembilan rangers baru tersebut antara lain, Fandy Febryan Kurniawan, Marcellinus Krisnatama, Dea Goesti Rizkita, Katharina Edwina, Gerian Esa D, Aurelius P.P.K, Anif A.F, Edo Santo Saputra, dan Maharani Budi P.

Terus belajar dan berkembang dalam SUNRICE,, be the best in everything !!!!!

0

Jadi SR itu Susah-Susah Gampang

Sebuah tulisan oleh Wuri Anjar Winanti

SR dibaca Sunrice Rangers

Sebenarnya pertama kali mendengar ‘sebutan’ itu, aku tuh berasa kembali ke masa lalu deh! Gimana nggak teringat coba?! Aku tuh dulu senang sekali sama yang namanya ‘satria baja hitam’, ‘ultramen’, dan sebangsanya, termasuk ‘power rangers’! haha.. Sayangnya tenyata SR kostumnya bukan seperti yang di tokoh-tokoh itu. Kostum SR *menurut ku sih ya* lebih mirip satpol PP, Hansip, dan sebangsanya. Ijo-ijo gimana gitu tetapi tetap keliatan gagahnya kok! \(^o^)/

Sesuai dengan judul, memang pernah sih dengar celetukan-celetukan “diterima jadi SR tuh susah banget lohh..!Gak tahu ini lebay (majas : hiperbola) atau gimana, cuma menurut pengalamanku, itu emang ada benernya, ada juga salahnya..

[faktanya #1] dari beberapa pendaftar, yang diterima cuma beberapa saja. Misal, yang mendaftar Sunrice sekitar 35-60 orang, yang diterima paling sekitar 7-15 orang saja (soal jumlah memang tidak pasti, tergantung kebutuhan).

[faktanya#2] dari sejumlah orang yang diterima jadi SR, terkadang di luar dugaan! *hmm.. I feel that! hehe..*

>> Pengalaman Menjadi Pendaftar

Ya, waktu itu tahun 2008. Seingatku, waktu itu yang datang recruitment 29 orang (kalo yang daftar berapa, aku belum tidak tahu ya, karena jadi peserta). Waktu itu aku lagi bengek! (dokter : flu berat disertai gejala memuakkan yang lainnya) *hmm… setiap di ruang itu, yang karpetnya berdebu, yang AC-nya dingin, pasti aku bakalan gitu deh!* Waktu itu juga, waktu teman-teman lagi pada presentasi, aku di pojokan, sambil ngantuk! *karena ternyata ada panitia yang menuliskan ‘jangan ngantukan waktu acara’ di kertas pesan dan kesan.. hahaa..* Jadi aku pikir nantinya aku gak bakal diterima, karena kejadian-kejadian itu tadi. Peserta-peserta lain terlihat sehat bugar dan benar-benar bersemangat!

Aku sudah pasrah. Dalam hati ingin bergabung di SR *karena [katanya] kekeluargaan di SUNRICE itu maknyuss banget! >> sudah dibuktikan! ini FAKTA!!*, tapi di sisi lain si ‘bengek’ selalu menghantui, :|. Beberapa hari kemudian, di surat itu, surat pengumuman, tulisannya ‘DITERIMA’! Sampai saat ini, aku juga belum tahu. ‘kenapa? kenapa..? kenapaa..??’ Nanti di akhir pengalaman, bakal aku reka-reka sendiri deh, :D.

>> Pengalaman Menjadi Panitia (HR)

Yah, sudah setahun aku jadi SR. Setelah beberapa kali magang di beberapa divisi, ternyata aku dipercaya buat megang HR bersama 2 SR lain. Nah, di sini nih, aku mulai sedikit paham tentang ‘kriteria’ untuk menjadi SR. Aku juga mulai paham tentang kata-kata ‘SR bukanlah kumpulan orang-orang yang hebat tetapi SR adalah kumpulan orang-orang yang terus mau belajar, berkembang, dan berbagi!’

Kadang-kadang emang orang-orang yang diterima di SR tuh kaget. “Kenapa aku ya? Padahal aku tuh tidak ada apa-apanya dibanding dia (baca : yang gk diterima)”. Jadi sudah pasti, mereka yang BELUM diterima, bukan berati mereka tidak pinter atau tidak pantes masuk SR, tapi SUNRICE percaya kalo mereka pasti bisa berkembang di luar SUNRICE!

Oya, waktu itu yang daftar sekitar 50-an. Tetapi yang mengembalikan formulir 40-an dan yang bisa dateng recruitment hanya 35 orang. Di antara mereka pun, banyak banget yang harus ‘dipertimbangkan’ tetapi karena SUNRICE hanya butuh 9 orang, jadi pasti ada yang belum di terima, ya kurang lebih seperti itu.

Kalau dilihat-lihat, SR itu punya satu karakter yang sama! Mereka DILARANG JAIM dan harus bisa GILA! *Hmm… kalau aku sih masih ada warasnya ya.. Gak tau deh mereka! haha…* Soal karakter yang lain sih, nggak tau deh! hehe… SUNRICE mengusung tema “BHINEKA TUNGGAL IKA” *mau suku dalam negeri sampai luar negeri ada, mau 6 agama yang diakui di Indonesia juga ada, tinggal pilihlah! haha…* dan “SETIAP MANUSIA ITU UNIK (psi : individual differences)

ya simpulannya “Jadi SR itu, emang susah-susah gampang kok!”

BE THE BEST IN EVERYTHING!! 
d(^o^)b

1

Performance Appraisal

Performance appraisal atau yang bisa disebut dengan penilaian kerja adalah kegiatan rutin Sunrice yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Hal ini unik karena tidak setiap organisasi melakukan penilaian kerja bagi setiap anggotanya. Performance appraisal biasa dilakukan oleh perusahaan untuk menilai kinerja karyawan-karyawannya. Perusahaan akan memberikan reward kepada karyawan yang memiliki performance kerja yang baik.

Reward diharapkan akan memacu karyawan tersebut untuk meningkatkan atau mempertahankan kinerjanya, juga memacu karyawan lain untuk dapat bekerja lebih baik lagi. Sunrice yang notabene unit kegiatan mahasiswa telah melakukan penilaian kerja sebagai evaluasi kinerja anggotanya agar Sunrice selalu mengalami perkembangan dari segi organisasi maupun anggotanya. Penghargaan akan diberikan bagi anggota terbaik di setiap periodenya. Siapakah anggota terbaik di periode II PA tahun ini? Mari kita simak terlebih dahulu tulisan di bawah ini.

Performance appraisal (PA) yang dilakukan oleh Sunrice terdiri dari dua tahap. Tahap yang pertama, setiap individu akan memberikan penilaian melalui angket untuk semua anggota Sunrice baik rekan satu divisi, maupun rekan di divisi lain. Untuk rekan satu divisi, terdapat aspek umum dan aspek khusus yang dinilai, sedangkan untuk rekan divisi lain hanya akan dinilai aspek umumnya saja. Tahap yang kedua adalah evaluasi besar sebagai tindak lanjut dari angket penilaian tersebut. Evaluasi besar atau bisa dikatakan PA yang sesungguhnya merupakan acara Sunrice dimana setiap individu akan dievaluasi, dikritik, diberikan saran-saran pengembangan oleh anggota yang lain.

Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran.
– Corrie Ten Boom

Pada kegiatan performance appraisal (PA) masing-masing individu berhak memberikan penilaian untuk anggota yang lain baik dari kinerja sesuai jobdes dalam divisinya, maupun secara personality. Personality disini bisa dikatakan sebagai softskill yang dimiliki individu. Hal ini perlu dilakukan agar PA tidak kaku hanya sebatas menilai kinerja individu sesuai tugas/ jobdesc, terlaksana atau tidak program-program yang telah direncanakan, seberapa besar tingkat keberhasilan program tersebut. Pengembangan pribadi juga diperlukan agar tiap anggota dapat mengasah softskill yang dimilikinya agar dapat berkembang dan terus belajar, seperti slogan Sunrice Be The Best in Everything.  Diharapkan setiap anggota Sunrice selalu belajar di segala aspek dan bidang sehingga menjadi yang terbaik.

Ya, penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan performance appraisal. Ada beberapa manfaat yang didapatkan dari adanya performance appraisal ini, diantaranya yaitu membantu mengembangkan konsep diri tiap anggotanya, membantu anggota untuk menguasai lingkungan dan merasa kompeten, mengarahkan kembali anggota untuk sesuai dengan value organisasi, serta bagi organisasi sendiri performance appraisal dapat menjadikan organisasi tersebut terus berkembang dan maju karena memiliki sumber daya manusia yang berkompeten.

Nah, sekarang tiba saatnya untuk menginformasikan siapa anggota terbaik Sunrice untuk PA periode II ini : Aldita Aria (Angkatan VIII) dan Riana Cahya N. (Angkatan IX)

Anggota terbaik Sunrice

Anggota Terbaik Sunrice Angkatan Baru

PA Sunrice pada periode II tanggal 10 Desember 2011 menjadi titik tolak Sunrice untuk lebih berkembang lagi karena pada PA tersebut juga dilakukan pemilihan ketua Sunrice yang baru. Bagaimana pemilihan ketua Sunrice dilakukan? Pemilihan ketua Sunrice dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. Pemilihan ketua Sunrice tidak melalui voting seperti pemilihan-pemilihan ketua pada umumnya. Beberapa kandidat yang terpilih menjadi calon ketua akan memaparkan visi misinya dihadapan para anggota Sunrice, setelah itu dilakukan musyawarah mufakat untuk menentukan kandidat terpilih untuk menjadi ketua Sunrice. Melalui musyawarah mufakat, Stephani Debora Sumual terpilih menjadi ketua Sunrice periode 2011 – 2012 menggantikan Krisnaningtyas Sakuntala.

Stephani Debora Sumual (kiri) dan Krisnaningtyas Sakuntala (kanan)

Secara lengkap, proses pemilihan dimulai dengan pemilihan beberapa kandidat secara bersama-sama, kandidat yang terpilih diwajibkan untuk membuat visi dan misi yang dipaparkan kepada semua anggota Sunrice. Setelah pamaparan tersebut, dilakukan musyawarah mengenai kelebihan, kekurangan, serta resiko-resiko yang akan dihadapi ke depan. Sunrice selalu mengedepankan musyawarah.

Bila tidak menemukan musyawarah mufakat, maka setiap orang akan diminta untuk memilih satu calon (voting) beserta alasan mengapa memilih calon tersebut. Alasan-alasan tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi yang lain mengenai calon yang dipilihnya. Hasil voting akan memperlihatkan siapa calon yang mendapatkan suara sedikit, tentunya kandidat yang mendapat suara terbanyak akan menjadi ketua. Akan tetapi, Sunrice akan menyakinkan anggota yang tidak memilih kandidat dengan peroleh suara (sementara) terbanyak bahwa kandidat (dengan perolehan suara sementara terbanyak) paling cocok untuk keadaan Sunrice saat itu. Hal ini dilakukan agar kepemimpinan ketua Sunrice memang didukung oleh semua anggota.

Anggota Sunrice

Itu adalah sedikit cerita mengenai PA, penerapan PA di Sunrice dan pemilihan ketua Sunrice. Semoga apa yang dirancang dengan tujuan baik memang menghasilkan yang baik. Selamat kepada Stee yang telah terpilih menjadi ketua Sunrice periode 2011-2012, semoga Sunrice semakin berkembang.

Be The Best In Everything!

5

I’m Sunrice Ranger and I’m Proud

Sebenarnya, bingung mau nulis apa. Atas permohonan seseorang, aku menulis tentang Sunrice, UKM tercinta semasa kuliah. Karena ga ada ide, aku nulis ngawur saja. Yang ga mudeng dengan tulisanku ini maap yah, untuk kalangan terbatas tahu kok. :D.
– Albertus Wicaksono

Ketika mengingat Sunrice, aku mengibaratkan diriku ini sebagai  Penyu. Penyu selalu menetas di pantai dan akan kembali bertelur ke tempat yang sama. Mohon digarisbawahi yang kembali saja bukan yang bertelur. Sunrice tempat yang selalu aku kangenin. Kangen ketua-ketua masa lalu.

Mbak Dewi : Dengan awal pembentukan Sunrice dan konsep yang sampai sekarang masih diteruskan seperti bola salju yang semakin menggelinding semakin besar saja.

Mbak Anis : Dengan pemikiran tak terjangkaunya (Sumpah. Setiap mbak Anis nulis note, aku ga mudeng. Apa karena suaminya (bersuku bangsa) Cina dan kalo baca perlu google translate?)  serta pohon jambu depan TC kesukaannya.

Mas Lintang : Dengan pelajaran corelnya, base camp Lab analisis datanya dan dengan #kode “Lebah”nya
Obrolan masa lalu :
IcaQ “newbie” : Mas, punya bokep ga?
Lintang “pemasok” : Hush! Ingat! Pake #kode “lebah”!
IcaQ “newbie” : baiklah!!

Mbak Didut : Dengan istilah “Rangers”nya, dengan kata-kata ajaibnya yang bikin terperangah karena terkesima yang ternyata setelah beberapa bulan tertipu, kata-katanya itu dari orang lain dan dipakai sama Didut.
Mekanisme kata-kata didut :
sumber informasi : tau ga dut, bintang laut itu ga punya otak (ngomong biasa)
Didut : ndak iya?
Besoknya di kampus,
Didut : kalian tau ga? Bintang laut tu ga punya otak lho! (ngomong hiperbola)
Korban kebiadaban : Mbak Didut pinter! Keren! Bombastis!
Damn you dut! Damn!

Ade : dengan ide “gila”nya. Rafting, reuni Sunrice, baju lapangan, nomor registrasi, magang. Dan dengan base camp Sunrice. BTW, Ade dikenal dengan ketua “orientasi uang” yang mana aku bingung padahal Yoyo lebih gila uang dari Ade yang maniak dagang

Nandi : dengan kemampuan pertolongan pertamanya selanjutnya terserah anda dan dengan suara falesnya. Nandi, ga semua orang bisa fales. Kamu harus bangga! Bangga! Ups, sory, aku ralat. Kamu harusnya malu! Malu! Sana bikin grup band sama Ade dan Bagus. Kasih nama aja LINGUA “bila kuingat… senyum manismu…” eh kok jadi nostalgia gini?

Tyas : dengan…. Hm….. dengan….. denganku hidupmu pasti jadi lebih sempurna #eaa. Wehe, maap Tyas. Aku ga ngerasain pas ketuanya kamu. NEXT!

Aku juga kangen dengan ngopi dan ngobrol malem hari bersama temen-temen Sunrice.
Danu dengan pemikiran, pengetahuannya dan kenaasan rambutnya,
Yoyo dengan guyonan dan kenakalannya (ini siapa ya yang kasih lombok rawit di dalem tahu isi? YOYO!)
dan Combed dengan bahan celaan atas icon “homo” yang melekat ke dia (Combed telah mewarisi kehomoannya ke Panji, selamat ya Panji. Kini kalo boker ga susah lagi. Bekas Combed sih)

Tapi yang namanya Penyu, harus bertelur juga. Dan tolong ya, pemikirannya yang bertelur itu berjenis kelamin cewek, kalo tiba-tiba ada yang kasih komen, “ah IcaQ gimana sih” kalian akan aku doakan berjodoh dengan Combed. Ini serius! Kalian pasti takut kan? Karena Combed adalah kutukan paling mematikan daripada Sumanto. Sampai mana tadi?

O iya, Penyu kembali ke pantai untuk bertelur, menghasilkan anak-anak yang baru. Dan begitulah kehidupan. Yang lama akan pergi dan yang baru akan terus ada. Membawa idealisme Sunrice. Membangun Sunrice lebih besar lagi. Kami para pendahulu hanya bisa mengajarkan hal yang simple, seperti 1 + 1 = 2. Dengan membangun Sunrice yang lebih besar, telur-telur baru akan mampu berkreasi lebih indah seperti 1 + 1 tidak selalu 2, tetapi bisa 1 + 1 = 4 – 2.

Ilmu dari pendahulu ke anak baru diibaratkan seperti konsep “gelas kosong”. Para pendahulu sudah siap menuangkan air dengan berbagai macam cara. Dan anak baru siap menerima air yang tertumpah. Tapi yang perlu di ingat bahwa para pendahulu hanya bisa memberikan “air putih” dan anak baru harus mampu “memberi rasa” pada tiap gelas yang ada. Di masa yang akan datang tentu sangat bangga jika ada film “oh! Ini pasti karyanya si IcaQ” atau “oh! Film ini pasti karyanya si Panji” karena di tiap karya selalu ada “rasa” yang spesial dari tiap karakter.

Selamat untuk Stee telah menjadi ketua selanjutnya menggantikan Tyas. Jadi ingat kemaren waktu Stee dipilih dan ngomong untuk pertama kali sebagai ketua. Stee mulai dengan sebuah opini yang menurutku  pesimis. Kala dari ceritaku di atas, semua ketua diingat sebagai diri mereka sendiri, ga ada yang sempurna. Jadi D’masiv biar begitu ada benernya juga, karena kesempurnaan itu cuma milik Tuhan dan milik Andra and The Backbone.

Mereka dikenang karena mereka tidak pernah ingin tampak sempurna. Yang mereka lakukan adalah mencoba yang terbaik. Itu terbukti. Buktinya Sunrice masih ada sampai sekarang. Titip Sunrice yah…

Mari kita besarkan Sunrice yang telah membesarkan kita.

Akhir kalimat, aku cuma bisa bilang

I’m Sunrice Ranger and I’m Proud

 

Sunrice Rangers