Performance Appraisal

Performance appraisal atau yang bisa disebut dengan penilaian kerja adalah kegiatan rutin Sunrice yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Hal ini unik karena tidak setiap organisasi melakukan penilaian kerja bagi setiap anggotanya. Performance appraisal biasa dilakukan oleh perusahaan untuk menilai kinerja karyawan-karyawannya. Perusahaan akan memberikan reward kepada karyawan yang memiliki performance kerja yang baik.

Reward diharapkan akan memacu karyawan tersebut untuk meningkatkan atau mempertahankan kinerjanya, juga memacu karyawan lain untuk dapat bekerja lebih baik lagi. Sunrice yang notabene unit kegiatan mahasiswa telah melakukan penilaian kerja sebagai evaluasi kinerja anggotanya agar Sunrice selalu mengalami perkembangan dari segi organisasi maupun anggotanya. Penghargaan akan diberikan bagi anggota terbaik di setiap periodenya. Siapakah anggota terbaik di periode II PA tahun ini? Mari kita simak terlebih dahulu tulisan di bawah ini.

Performance appraisal (PA) yang dilakukan oleh Sunrice terdiri dari dua tahap. Tahap yang pertama, setiap individu akan memberikan penilaian melalui angket untuk semua anggota Sunrice baik rekan satu divisi, maupun rekan di divisi lain. Untuk rekan satu divisi, terdapat aspek umum dan aspek khusus yang dinilai, sedangkan untuk rekan divisi lain hanya akan dinilai aspek umumnya saja. Tahap yang kedua adalah evaluasi besar sebagai tindak lanjut dari angket penilaian tersebut. Evaluasi besar atau bisa dikatakan PA yang sesungguhnya merupakan acara Sunrice dimana setiap individu akan dievaluasi, dikritik, diberikan saran-saran pengembangan oleh anggota yang lain.

Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran.
– Corrie Ten Boom

Pada kegiatan performance appraisal (PA) masing-masing individu berhak memberikan penilaian untuk anggota yang lain baik dari kinerja sesuai jobdes dalam divisinya, maupun secara personality. Personality disini bisa dikatakan sebagai softskill yang dimiliki individu. Hal ini perlu dilakukan agar PA tidak kaku hanya sebatas menilai kinerja individu sesuai tugas/ jobdesc, terlaksana atau tidak program-program yang telah direncanakan, seberapa besar tingkat keberhasilan program tersebut. Pengembangan pribadi juga diperlukan agar tiap anggota dapat mengasah softskill yang dimilikinya agar dapat berkembang dan terus belajar, seperti slogan Sunrice Be The Best in Everything.  Diharapkan setiap anggota Sunrice selalu belajar di segala aspek dan bidang sehingga menjadi yang terbaik.

Ya, penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan performance appraisal. Ada beberapa manfaat yang didapatkan dari adanya performance appraisal ini, diantaranya yaitu membantu mengembangkan konsep diri tiap anggotanya, membantu anggota untuk menguasai lingkungan dan merasa kompeten, mengarahkan kembali anggota untuk sesuai dengan value organisasi, serta bagi organisasi sendiri performance appraisal dapat menjadikan organisasi tersebut terus berkembang dan maju karena memiliki sumber daya manusia yang berkompeten.

Nah, sekarang tiba saatnya untuk menginformasikan siapa anggota terbaik Sunrice untuk PA periode II ini : Aldita Aria (Angkatan VIII) dan Riana Cahya N. (Angkatan IX)

Anggota terbaik Sunrice

Anggota Terbaik Sunrice Angkatan Baru

PA Sunrice pada periode II tanggal 10 Desember 2011 menjadi titik tolak Sunrice untuk lebih berkembang lagi karena pada PA tersebut juga dilakukan pemilihan ketua Sunrice yang baru. Bagaimana pemilihan ketua Sunrice dilakukan? Pemilihan ketua Sunrice dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. Pemilihan ketua Sunrice tidak melalui voting seperti pemilihan-pemilihan ketua pada umumnya. Beberapa kandidat yang terpilih menjadi calon ketua akan memaparkan visi misinya dihadapan para anggota Sunrice, setelah itu dilakukan musyawarah mufakat untuk menentukan kandidat terpilih untuk menjadi ketua Sunrice. Melalui musyawarah mufakat, Stephani Debora Sumual terpilih menjadi ketua Sunrice periode 2011 – 2012 menggantikan Krisnaningtyas Sakuntala.

Stephani Debora Sumual (kiri) dan Krisnaningtyas Sakuntala (kanan)

Secara lengkap, proses pemilihan dimulai dengan pemilihan beberapa kandidat secara bersama-sama, kandidat yang terpilih diwajibkan untuk membuat visi dan misi yang dipaparkan kepada semua anggota Sunrice. Setelah pamaparan tersebut, dilakukan musyawarah mengenai kelebihan, kekurangan, serta resiko-resiko yang akan dihadapi ke depan. Sunrice selalu mengedepankan musyawarah.

Bila tidak menemukan musyawarah mufakat, maka setiap orang akan diminta untuk memilih satu calon (voting) beserta alasan mengapa memilih calon tersebut. Alasan-alasan tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi yang lain mengenai calon yang dipilihnya. Hasil voting akan memperlihatkan siapa calon yang mendapatkan suara sedikit, tentunya kandidat yang mendapat suara terbanyak akan menjadi ketua. Akan tetapi, Sunrice akan menyakinkan anggota yang tidak memilih kandidat dengan peroleh suara (sementara) terbanyak bahwa kandidat (dengan perolehan suara sementara terbanyak) paling cocok untuk keadaan Sunrice saat itu. Hal ini dilakukan agar kepemimpinan ketua Sunrice memang didukung oleh semua anggota.

Anggota Sunrice

Itu adalah sedikit cerita mengenai PA, penerapan PA di Sunrice dan pemilihan ketua Sunrice. Semoga apa yang dirancang dengan tujuan baik memang menghasilkan yang baik. Selamat kepada Stee yang telah terpilih menjadi ketua Sunrice periode 2011-2012, semoga Sunrice semakin berkembang.

Be The Best In Everything!

One thought on “Performance Appraisal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s